Friday, October 27, 2006
Sentilan untuk Telkomsel
Dalam masa liburan seperti sekarang, sangat wajar jika ada satu-dua hal layanan umum yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Wajar, maklum, itu yang biasa dikatakan khalayak. Tetapi untuk urusan profesionalisme kerja bisa lain urusan.

Pertandingan sepakbola di Eropa sana tak kenal lebaran. Hari Natal lebih sehari pun orang Inggris masih berbondong-bondong ke stadion. Karena itu bidang pekerjaan saya dan kebetulan tidak merayakan hari Idul Fitri, maka saya masuk kerja. Ini urusan profesionalisme kerja, ada kondite yang perlu ditunjukkan, terlepas ada uang lembur yang lumayan besar.

Tetapi aneh buat saya. Perusahaan vendor seluler sebesar Telkomsel justru bersikap kurang profesional. Di akhir pekan sebelum Lebaran kemarin, sekitar 60 persen pesan SMS Premium macet, tak bisa terkirim ke pengguna akhir. Padahal urusan setoran pendapatan dari content provider (CP) harus lancar, harus penuh sesuai perjanjian, tak peduli ada masalah atau tidak.

Jika ada masalah seperti itu biasanya CP berusaha menghubungi content manager di Telkomsel. Jawabannya hampir seragam. "Mohon maaf pak, orang-orang IT kita terbatas dan sekarang sedang mencari penyebabnya."

Namun selalu saja masalah koneksi (pesan tidak bisa dikirim ke ponsel konsumen) selalu terjadi. Sebab masalah biasanya terbatasnya tenaga IT mereka. Padahal untuk perusahaan sebesar Telkomsel memperbesar anggaran gaji untuk menambah tenaga IT rasanya tidak terlalu memberatkan. Atau setidaknya mereka bisa menambah tenaga troubleshooting yang stand-by di malam akhir pekan atau saat libur. Kontinyu dengan sistem shift dan rotasi.

Konsumen dan CP tentu saja bisa berpikir yang tidak-tidak jika Telkomsel bekerja kurang responsif terhadap masalah. Apalagi perusahaan dengan konsumen terbesar di Indonesia itu sekarang sudah punya layanan premium sendiri baik untuk informasi sepakbola maupun umum.

Seringnya masalah seperti ini tentu tak baik di mata klien dan konsumen. Semoga Telkomsel mau mendengar keluhan ini.


 
posted by Hedi @ 10:59 AM | Permalink |


3 Comments:


At 3:19 AM, Blogger dian decante

wah belom tau cellph providernya amerika ya ?? telkomsel masih jauuuuuh lebih baek !!!

disini enggak t-mobile, cingular, verizon, sprint semuanya ancur. customer servicenya pd begok, tagihan TIAP BULAN salah, pake jaminan pulak $500/telp. untuk minta buka SLI aja luamaaa banget. kalo nelp nunggunya 2 jam. asli 2 jam. jangkauannya tidak luas. ke toilet aja, ilang 2 bar signalnya, meninggalkan kota dg jarak 1 jam, ilang signalnya. PARAH

 

At 7:48 AM, Blogger Bangsari

karena tiap lebaran sms jarang sampai, saya jadi malas kirim sms beberapa ahri setelah lebaran. kirim ucapan baru setelah lebaran. terlambat tapi sampai, daripada cepat tapi tak sampai. he..he..

selamat dapat bonus lebaran mas...


BTW cerita dian decante ini beneran ngga sih?

 

At 3:47 AM, Blogger dian decante

benerlah bang...masak ngarang sih...maen deh kesini. aku punya hp waktu mau ke indo, minta di unlock biar bisa pake sim card indo aja lamanya. seminggu lagi ya...nelp seminggu lagi, oh minggu depan, katnya. laki gue langsung NOW atau saya lapor ke attorney general. nunggu sejam, bisa.